Apakah ada vaksin atau pengobatan untuk virus ini?

Menurut WHO, saat ini belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui untuk orang yang terinfeksi virus ini atau hewan yang membawa virus tersebut. Universitas Oxford telah melakukan uji klinis vaksin virus Nipah di Bangladesh dan memulai fase kedua uji coba pada Desember 2025.

Tanpa vaksin yang disetujui, dokter telah merawat pasien dengan antivirus seperti Ribavirin. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Ribavirin pernah digunakan pada sejumlah kecil pasien dalam wabah Nipah 1999 di Malaysia, tetapi efektivitasnya masih tidak jelas. CDC juga menyatakan bahwa obat Remdesivir dapat membantu mencegah Nipah “ketika diberikan kepada primata non-manusia yang terekspos”. Negara bagian Kerala di India menggunakan Remdesivir selama wabah 2023 dan meningkatkan angka fatalitas kasus.