Akhirnya, ada penggunaan AI yang benar-benar bermanfaat. Sistem ini diberi nama Proactive Roadway Maintenance System, yang memanfaatkan lidar dan berbagai sensor pada kendaraan Honda untuk mendeteksi kerusakan jalan.

  • Honda baru saja menyelesaikan program percontohan yang menggunakan sensor keselamatan bawaan kendaraan untuk mendeteksi kerusakan jalan.

  • Data dikumpulkan melalui kamera dan lidar, lalu dikirimkan ke Departemen Transportasi Ohio (Ohio Department of Transportation/ODOT).

  • Sistem ini mampu mendeteksi dan menandai rambu yang rusak serta lubang jalan, sehingga perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.

Bayangkan ini: Anda sedang mengemudi CR-V baru Anda, lalu tiba-tiba—gedebuk—ban menghantam lubang di jalan. “Seharusnya ada yang memperbaiki itu,” gumam Anda. Namun karena sedang terburu-buru, siapa pula yang mau repot menelepon dinas perhubungan setempat? Anda pun melanjutkan perjalanan, tak ada yang berubah, dan lubang itu tetap mengintai korban berikutnya.

Tapi tunggu dulu! Ini adalah masa depan yang sangat dekat, dan CR-V setia Anda tidak tinggal diam menghadapi infrastruktur jalan yang rusak. Tanpa diminta, mobil tersebut mengirimkan peringatan ke cloud, dengan data yang telah diacak dan dianonimkan. Informasi itu langsung diteruskan ke ODOT, tempat lubang jalan tersebut ditandai sebagai titik yang perlu diperbaiki. Tak lama kemudian, seorang petugas berrompi keselamatan—yang mungkin mirip Nick Offerman—datang menambal aspal. Keesokan paginya, perjalanan Anda ke kantor kembali mulus tanpa hentakan.

Konsep di atas persis seperti yang berhasil diwujudkan dalam proyek keselamatan jalan terbaru Honda. Proyek ini terlaksana berkat kerja sama dengan ODOT, University of Cincinnati, serta mitra teknologi i-Probe Inc. dan Parsons. Dengan cakupan sekitar 3.000 mil jalan di Ohio, tim ODOT menguji seberapa efektif kamera dan sensor lidar bawaan kendaraan Honda dalam mendeteksi kerusakan jalan.

Hasilnya sangat menjanjikan. Sistem tersebut mampu mendeteksi lubang jalan dengan tingkat akurasi 89 persen. Bahkan, kinerjanya lebih baik lagi dalam mendeteksi pagar pengaman yang rusak, serta nyaris sempurna dalam mengenali rambu lalu lintas yang rusak atau patah. Program yang dinamai Proactive Roadway Maintenance System ini memanfaatkan perangkat AI untuk mengurangi kesalahan berulang dan meningkatkan akurasi hingga tingkat yang benar-benar berguna.

Sebenarnya, gagasan ini bukan sepenuhnya baru. Sejak 1960-an, sejumlah dinas transportasi telah menggunakan rekaman kamera jalan untuk membantu perencanaan desain infrastruktur. Dalam beberapa kasus, arsip rekaman tersebut bahkan menjadi jendela untuk melihat kondisi masa lalu.

Namun, proyek Honda ini adalah jendela menuju masa depan. Dengan data waktu nyata mengenai ruas jalan atau elemen infrastruktur yang paling mendesak untuk diperbaiki, ODOT dapat mengerahkan sumber daya secara lebih tepat sasaran. Mungkin ada tipe “Ron Swanson” yang lebih suka memperbaiki sendiri, tetapi di sini kendaraan Honda mampu memanfaatkan teknologi sensor yang sudah ada untuk membuat jalan yang mereka lintasi menjadi lebih aman.

Karena Honda telah memproduksi mobil di Ohio sejak 1982, masuk akal jika proyek ini dijalankan bersama departemen transportasi negara bagian tersebut. Proyeksinya, integrasi kumpulan data ini ke dalam sistem perencanaan dan pemeliharaan ODOT berpotensi menghemat hingga 4,5 juta dolar AS per tahun—dana yang bisa dialokasikan untuk perbaikan dan peningkatan lainnya.

Jadi, seiring proyek percontohan ini memasuki tahap penerapan, Anda mungkin akan melihat jaringan jalan di Ohio dirawat dengan lebih cepat dan efisien, berkat apa yang “dilihat” oleh Civic dan CR-V melalui sensor bawaannya. Dan jika perjalanan harian Anda ke kantor terasa makin mulus, Anda bisa berterima kasih pada Honda—bahkan jika Anda mengemudikan Toyota.