
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan sebuah infografis dengan klaim bahwa Indonesia merupakan negara termiskin kedua di dunia pada tahun 2025. Unggahan tersebut menyebutkan angka kemiskinan sebesar 60,3 persen dan mencatut Bank Dunia (World Bank) sebagai sumber data.
Informasi tersebut tidak benar dan tergolong hoaks.
Berdasarkan hasil klarifikasi dan penelusuran yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bank Dunia tidak pernah merilis peringkat negara termiskin di dunia. Lembaga tersebut juga tidak menyusun klasifikasi negara berdasarkan urutan tingkat kemiskinan global.
Faktanya, angka 60,3 persen yang dicantumkan dalam unggahan tersebut merujuk pada proporsi penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan global, menggunakan standar tertentu untuk negara berpendapatan menengah ke atas. Data tersebut bukan perbandingan antarnegara dan tidak dimaksudkan sebagai dasar pemeringkatan negara termiskin di dunia.
Sebagai informasi, Bank Dunia mengelompokkan negara berdasarkan tingkat pendapatan, seperti negara berpendapatan rendah, menengah ke bawah, menengah ke atas, dan tinggi—bukan berdasarkan peringkat kemiskinan global. Dalam klasifikasi tersebut, Indonesia saat ini termasuk dalam kategori negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income country).
Dengan demikian, klaim yang menyebut Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia pada tahun 2025 merupakan informasi palsu, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan data resmi Bank Dunia.

Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)

CBC News | Civic Broadcasting Channel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











