MALANG – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi Partai GOLKAR, Ahmad Irawan, S.H., M.H., menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Selasa, 15 September 2026.

Mengusung tema “Penguatan Ekonomi Kerakyatan Menuju Indonesia Emas 2045 Berbasis Empat Pilar”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang keterkaitan antara nilai-nilai kebangsaan dan penguatan ekonomi rakyat, khususnya di wilayah daerah pemilihan Jawa Timur V.

Dalam sambutannya, Ahmad Irawan menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat. Menurutnya, Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya konsep politik, tetapi juga pedoman untuk membangun kesejahteraan yang adil dan merata.

“Pancasila, khususnya sila kelima, mengamanatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UUD 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. NKRI menjaga agar pembangunan tidak terpusat di kota saja, dan Bhinneka Tunggal Ika memastikan kita semua bergotong royong tanpa sekat. Inilah fondasi ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ahmad Irawan di hadapan peserta yang memenuhi Aula pertemuan.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh perangkat desa, pelaku UMKM, petani, pengurus koperasi, BUMDes, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. Dalam sesi pemaparan, Ahmad Irawan menjelaskan secara rinci empat pilar kebangsaan dan mengaitkannya dengan penguatan ekonomi rakyat, antara lain:

Pertama, Pancasila sebagai sumber nilai keadilan sosial dan gotong royong dalam membangun ekonomi.
Kedua, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional bagi sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
Ketiga, NKRI sebagai jaminan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah.

Politisi muda Partai GOLKAR itu juga mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ia menekankan pentingnya akses permodalan, pendampingan usaha, digitalisasi pemasaran, serta hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai tambah.

“Desa Pajaran dan Kecamatan Poncokusumo memiliki potensi besar di sektor pertanian dan UMKM. Jangan hanya menjual bahan mentah. Mari bangun produk olahan, kemasan, dan pemasaran digital. Dengan begitu, ekonomi kerakyatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tambahnya.

Warga Desa Pajaran menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan membuka wawasan warga bahwa nilai-nilai kebangsaan memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi.

Salah satu pelaku UMKM setempat, Basri (34), mengaku mendapatkan motivasi baru. “Selama ini kami hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut. Setelah tahu pentingnya digitalisasi dan kolaborasi, saya ingin mulai berjualan online dan bergabung dengan BUMDes,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, deklarasi komitmen bersama untuk memajukan ekonomi kerakyatan, serta doa bersama untuk kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.