
Mengelola Risiko: Stabilitas Tanpa Stagnasi
Stabilitas politik bukan tanpa risiko. Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa koalisi jangka panjang perlu dilengkapi mekanisme pengawasan, evaluasi berkala, dan ruang koreksi. Tanpa itu, stabilitas dapat berubah menjadi stagnasi.
Untuk konteks Indonesia, desain institusional menjadi kunci: evaluasi kebijakan berkala, indikator kinerja yang transparan, serta partisipasi publik yang bermakna perlu menjadi bagian dari arsitektur koalisi yang stabil.
Penutup
Data mutakhir menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di jalur pertumbuhan moderat sekitar 5 persen—cukup untuk menjaga stabilitas, tetapi belum cukup untuk transformasi. Target 8 persen memang ambisius, tetapi bukan mustahil jika didukung stabilitas kebijakan, reformasi struktural, dan peningkatan produktivitas yang konsisten.

Pertanyaan kuncinya bukan lagi apakah 8 persen mungkin secara teoritis, melainkan apakah elite politik Indonesia mampu membangun konsensus jangka panjang untuk mencapainya. Pilihannya jelas: membangun institusi politik yang mampu menjaga konsistensi kebijakan selama 15–20 tahun ke depan, atau menerima pertumbuhan moderat yang aman tetapi tidak transformatif.
Sejarah menunjukkan, negara yang berhasil melompat jauh bukan yang paling demokratis atau paling otoriter, melainkan yang mampu mengelola stabilitas dan perubahan secara seimbang. Indonesia kini berada pada momen untuk menentukan jalan tersebut.

Advisory Center For Development (ADCENT)











