
Cara memulai pagi ternyata berpengaruh besar terhadap kinerja otak sepanjang hari. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan pagi yang tepat dapat meningkatkan fokus, daya ingat, serta menjaga kestabilan suasana hati.
Salah satu kebiasaan penting adalah sarapan. Studi Adolphus dkk. dalam Nutrition Research Reviews (2016) menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan memiliki kemampuan konsentrasi dan memori yang lebih baik. Otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama, sehingga asupan makanan di pagi hari membantu fungsi kognitif bekerja lebih optimal.
Kebiasaan minum air putih setelah bangun tidur juga berperan penting. Penelitian Ganio dkk. dalam Journal of Nutrition (2011) menemukan bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat menurunkan kewaspadaan dan kemampuan berpikir. Dengan memenuhi kebutuhan cairan di pagi hari, aliran darah ke otak menjadi lebih lancar.
Selain itu, paparan sinar matahari pagi membantu mengatur ritme biologis tubuh. Penelitian Khalsa dkk. dalam Journal of Physiology (2003) menjelaskan bahwa cahaya pagi berperan dalam menjaga ritme sirkadian, yang berdampak pada kualitas tidur dan kesiapan otak saat beraktivitas.
Aktivitas fisik ringan, seperti peregangan atau berjalan santai, juga memberi manfaat bagi otak. Studi Erickson dkk. dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (2011) menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung fungsi memori, meski dilakukan dengan intensitas ringan.

Tak kalah penting, kondisi mental di pagi hari perlu dijaga. Penelitian Tang dkk. dalam Nature Reviews Neuroscience (2015) menyebutkan bahwa latihan pernapasan atau meditasi singkat mampu menurunkan stres dan meningkatkan perhatian. Memulai hari dengan tenang dan membatasi paparan gawai sejak bangun tidur membantu otak bekerja lebih jernih.

CBC News | Civic Broadcasting Channel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.










