
Begadang sambil mengonsumsi minuman manis seperti kopi susu atau teh manis kerap menjadi kebiasaan, terutama di kalangan anak muda. Aktivitas seperti mengerjakan tugas, bermain gim, atau menonton hingga larut malam sering ditemani asupan gula tanpa disadari.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mendorong tubuh mencari sumber energi instan. Studi yang dimuat di PubMed mencatat, orang yang begadang cenderung lebih sering mengonsumsi minuman tinggi gula sebagai cara cepat untuk tetap terjaga.
Masalahnya, minuman manis dapat memicu lonjakan gula darah dalam waktu singkat. Jika terjadi berulang, tubuh dipaksa bekerja lebih keras untuk menurunkannya. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network menyebutkan bahwa fluktuasi gula darah yang sering dapat mengganggu sistem metabolisme.
Kurang tidur juga memengaruhi kerja insulin, hormon yang berperan mengatur kadar gula darah. Saat tubuh kelelahan, efektivitas insulin menurun sehingga gula lebih lama beredar di dalam darah. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin dan berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Selain itu, begadang meningkatkan kadar hormon stres kortisol, yang semakin menyulitkan tubuh mengendalikan gula darah. Akibatnya, tubuh menanggung beban ganda: kurang tidur dan kelebihan asupan gula.

Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan membatasi konsumsi minuman manis saat begadang. Jika harus terjaga, air putih atau minuman tanpa gula menjadi pilihan yang lebih aman. Mengatur waktu tidur dan asupan gula sejak dini merupakan langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan metabolisme dan kesehatan jangka panjang.

CBC News | Civic Broadcasting Channel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.










