Menggunakan mesin cuci memang memudahkan pekerjaan rumah, tetapi kebiasaan yang kurang tepat bisa membuat konsumsi listrik meningkat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pilihan mode pencucian, suhu air, dan cara penggunaan mesin sangat memengaruhi besarnya energi yang terpakai.
Salah satu langkah paling efektif adalah mencuci dengan air dingin. Penelitian McLoughlin dkk. dalam Energy and Buildings (2006) menjelaskan bahwa sebagian besar listrik mesin cuci digunakan untuk memanaskan air. Dengan menghindari air panas, konsumsi energi dapat ditekan secara signifikan.
Pemilihan mode pencucian juga berperan penting. Mode “eco” atau “quick wash” dirancang dengan siklus lebih singkat dan suhu lebih rendah, sehingga lebih hemat listrik dan air. Studi Qiao dkk. dalam Energy Informatics (2024) menyebutkan bahwa penggunaan mode ini tetap mampu menghasilkan cucian bersih tanpa pemborosan energi.
Selain itu, perhatikan muatan mesin cuci. Mengisi mesin sesuai kapasitas membuat kinerjanya lebih efisien dan mencegah pemborosan listrik. Muatan yang ideal juga membantu menjaga keawetan mesin.
Mesin cuci modern umumnya dilengkapi fitur hemat energi. Penelitian Boyano dkk. dalam Energy Efficiency (2020) menunjukkan bahwa teknologi efisiensi dan label energi dapat membantu konsumen memilih perangkat yang lebih irit listrik dan ramah lingkungan.
Dengan kebiasaan sederhana seperti menggunakan air dingin, memilih mode hemat, dan mengisi mesin sesuai kapasitas, penggunaan listrik saat mencuci dapat dikurangi secara nyata. Selain menekan tagihan bulanan, langkah ini juga berkontribusi pada penghematan energi dan perlindungan lingkungan.